Rabu, 05 Mei 2010

terimalah salam maaf kami, wahai kaum Adam


Maafkan kami, wahai kaum Adam
Maafkan kami atas ketidaktahuan kami atas segala yang engkau alami karena kami, para kaum hawa
Maafkan kami atas segala keteledoran kami memperlihatkan bentuk aurat kami
Sungguhlah kami tidak tahu apa yang kalian rasakan
Sungguh kami tidak merasakan kegelisahan yang kalian rasakan
Yang kami rasa hanyalah bangga pada setiap siulan yang di berikan pada kami
Bangga pada setiap sapaan ‘si sexy’ yang di tunjukkan pada kami
Bangga pada setiap yang kagum saat melihat keelokkan bentuk tubuh kami
Bangga pada setiap mata yang tak henti menatap tubuh kami dari atas hingga bawah
Bangga dapat memancing hati para lelaki dengan segala keindahan tubuh kami
Tapi sungguh kami keliru, 




Ternyata yang kami pancing bukanlah hati kalian, wahai kaum Adam
Melainkan nafsu-nafsu syahwatlah yang kami pancing
Kami pun tak tahu,
Bahwa setiap siulan yang diberikan pada kami bukanlah meningkatkan derajat kami sebagai wanita cantik
Melainkan menurunkan jauh harkat martabat kami sebagai wanita
Barulah kami tahu,
Bahwa mata yang menatap kami dari atas hingga bawah bukanlah mata yang ingin mendapati kami sebagai mempelainya
Melainkan mata yang semakin tak ingin memiliki kami sebaga mempelainya
Andai saja kami tahu,
Bahwa kalian resah melihat kami seperti itu
Bahwa kalian cemburu melihat kami membagi gratis tontonan yang seharusnya hanya milik satu ikhwan
Bahwa semua itu membuat pandangan lelaki menjadi tak tenang
Andai kami tahu itu sedari dulu
Setelah membaca salah satu buku islami, aku jadi tahu itu semua..
Oleh karena itu, maafkanlah kami, wahai kaum Adam
Biarkanlah itu menjadi masa lalu kami
Biarlah kini kami merubah itu semua
Tidak langsung, karena merubah kebiasaan itu pastilah sulit
Bertahap, tapi kami yakin kami pasti bisa
Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit bukan?
InsyaAllah 
Thanks to Tantii,,
Maksih buku pinjamannya,, hehe


Reactions:

5 komentar donkz:

Wah,,, bener banget nih,,,, ane setuju,,,, makanya yang boleh nampak kan cuman wajah ama telapak tangan doang,,,,

Hmmm, menutup aurat itu mudah. Tapi, untuk tidak menundukkan suar, susaaaaaaaaaaaaaaah...
Udah kadung manja sama temen, apalagi senior yang mengayomi.

terimakasih komentarnya...

untuk berbuat baik itu memang penuh cobaan :')